TUGAS SISTEM INFORMASI
RINGKASAN
BAB 1
Sistem informasi adalah sekumpulan elemen yang saling berkaitan & saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan. Pada sistem terdapat subsistem dan supersistem.
Subsistem adalah sistem di dalam suatu sistem di mana sistem berada pada lebih dari satu tingkat, sedangkan supersistem adalah bagian dari sistem yang lebih besar. Hal yang mendasar dalam pengembangan sistem yaitu Produktifitas, Realibilitas, Maintabilitas.
Syarat Sistem
- Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan tujuan.
- Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan.
- Adanya hubungan diantara elemen sistem.
- Unsur dasar dari proses (arus informasi, energi dan material) lebih penting daripada elemen sistem.
- Tujuan organisasi lebih penting dari pada tujuan elemen
Klasifikasi sistem
- Sistem Abstrak & Sistem Fisik
- Sistem deterministik & Sistem Probabilistik
- Sistem open & Sistem Closed
- Sistem alamiah & Sistem buatan manusia
- Sistem online & Sistem realtime
Pelaku sistem
- Pemakai (User)
- Manajemen
- Pemeriksa (auditor)
- Penganalisa sistem
- Pendesain sistem
- Programmer
- Personel pengoperasian
Informasi adalah pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang mengambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Selain itu informasi merupakan data yang telah diklasifikasikan atau diolah untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
Data adalah raw material untuk suatu informasi. Representasi informasi dilihat dari Kuantitas informasi, Kualitas informasi dan Umur informasi.
Kualitas suatu Informasi tergantung dari 4 hal yakni
- Akurat (Accurate)
- Relevan (Relevance)
- Tepat pada waktunya (Timeliness)
- Lengkap (complete)
Nilai Informasi ditentukan oleh
- Manfaat dari informasi tersebut
- Biaya mendapatkan informasi
Operasi dasar dari sistem informasi
- Mengumpulkan
- Mengolah
- menyimpan
- menyebarkan informasi
Komponen sistem informasi
- Komponen Input
- Komponen Model
- Komponen Output
- Komponen Teknologi
- Komponen Hardware
- Komponen Software
- Komponen Database
- Komponen Kontrol
Elemen sistem informasi
- Orang
- Prosedur
- Hardware
- Software
- Basis data
- Jaringan Komputer
- Komunikasi data
Tipe utama sistem informasi
- Transaction Processing System (TPS)
- Knowledge Work System (KWS)
- Office Automation System (OAS)
- Management Information System (MIS)
- Decision Support System (DSS)
- Executive Support System (ESS)
Penerapan Sistem Informasi untuk Perusahaan ada DISINI
BAB 2
Pengembangan sistem adalah aktivitas untuk menghasilkan sistem informasi berbasis komputer untuk menyelesaikan persoalan (problem) organisasi atau memanfaatkan kesempatan (opportunities) yang timbul, menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Metodologi merupakan kesatuan metode2, prosedur2, konsep2, pekerjaan,aturan2 yg digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan, seni atau disiplin yg lainnya. Metode merupakan suatu cara, teknik yg sistematik untuk mengerjakan sesuatu. Suatu proyek pengembangan sistem informasi biasanya dikembangkan oleh sebuah Tim yang terdiri dari
- Project Manager
- System Analyst
- System Designer
- Programmer
- Software Quality Assurance (SQA)
- Database Administrator
Prinsip Pengembangan Sistem
- Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
- Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
- Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik.
- Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem
- Proses pengembangan sistem tidak harus urut.
- Jangan takut membatalkan proyek sistem. Atau merevisi lingkup
- Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem
Keberhasilan pengembangan system
- Sistem berjalan seperti yang diharapkan
- Proyek lengkap
- Sistem sesuai dengan keinginan user
- Hasil dari sistem aman
- Hasil mempunyai waktu operasional yang lama
Kegagalan pengembangan sistem
- Kurangnya penyesuaian pengembangan sistem
- Kelalaian menetapkan kebutuhan pemakai dan melibatkan pemakai sistem
- Kurang sempurnanya evaluasi kualitas analisis biaya
- Adanya kerusakan dan kesalahan rancangan
- Penggunaan teknologi komputer dan perangkat lunak yang tidak direncanakan dan pemasangan teknologi tidak sesuai
- Pengembangan sistem yang tidak dapat dipelihara
- Implementasi yang direncanakan dilaksanakn kurang baik
Pendekatan Pengembangan system
- Pendekatan Klasik vs pendekatan terstruktur (dipandang dari metodologi yang digunakan)
- Pendekatan sepotong vs pendekatan sistem(dipandang dari sasaran yang akan dicapai)
- Pendekatan bottom- up vs pendekatan top-down (dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari sistem)
- Pendekatan sistem menyeluruh vs moduler (dipandang dari cara pengembangannya)
- Pendekatan lompatan jauh vs pendekatan berkembang (dipandang dari teknologi yang digunakan)
Metodologi pengembangan system adalah Metode-metode, prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan , aturan-aturan yang akan digunakan sebagai pedoman bagaimana dan apa yang harus dikerjakan selama pengembangan system. Suatu proses pengembangan sistem yang formal dan presisi yang mendefinisikan serangkaian aktivitas, metode, best practices dan tools yang terautomasi bagi para pengembang dan manager proyek dalam rangka mengembangkan dan merawat sebagai keseluruhan sistem informasi satau software.
Alasan perlunya Metodologi Pengembangan Sistem
- Menjamin adanya konsistensi proses.
- Dapat diterapkan dalam berbagai jenis proyek.
- Mengurangi resiko kesalahan dan pengambilan jalan pintas.
- Menuntut adanya dokumentasi yang konsisten yang bermanfaat bagi personal baru dalam tim proyek.
Sistem Development Life Cycle (SDLC) dalam siklus Hidup merupakan kerangka kerja yang mendefinisikan langkah-langkah yang terlibat dalam pengembangan perangkat lunak pada setiap fase. Ini mencakup rencana terperinci untuk membangun, menyebarkan, dan memelihara perangkat lunak. Dengan tujuan untuk memberikan produk berkualitas tinggi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Kelebihan metode SDLC
Menyediakan tahapan yang dapat digunakan sebagai panduan untuk mengembangkan sistem akan memberikan hasil sistem yang lebih baik karena sistem dianalisis dan dirancang secara holistik sebelum diimplementasikan
Kekurangan Metode SDLC
Hasil dari SDLC tergantung dari hasil analisis, sehingga kesalahan pada tahap analisis akan terus berlanjut sehingga mengakibatkan hasil sistem yang kurang optimal.
Biayanya lebih mahal daripada metode lain, pengembangan membutuhkan waktu yang lama karena suatu sistem harus dikembangkan terlebih dahulu
BAB 3
SDLC adalah kerangka kerja yang mendefinisikan langkah-langkah yang terlibat dalam pengembangan perangkat lunak pada setiap fase. Ini mencakup rencana terperinci untuk membangun, menyebarkan, dan memelihara perangkat lunak.
Tahapan SDLC yakni
- Perencanaan Sistem
- Analisis sistem
- Perancangan sistem
- Implementasi dan Testing sistem
- Maintenance
Model SDLC
Prototyping
Langkah-langkah
- Listen to customer
- Build/revise mock-up
- Customer test drives mock-up
Keuntungan
- End User dapat berperan aktif
- Penentuan kebutuhan lebih mudah ditentukan
- Mempersingkat waktu proses pengembangan sistem dan lebih mudah dibangun
- Kesalahan dan kelalaian dalam pengemabngan sistem dapat segera diketahui
Kerugian
- Proses analisis dan perancangan terlalu singkat
- Mengesampingkan alternatif pemecahan masalahnya
- Kurang fleksible dalam menghadapi perubahan
- Prototype yang dihasilkan tidak selamanya mudah
- Terlalu cepat selesai
- Dokumentasi seringkali tidak lengkap
- Waterfall Model
Langkah-langkah
- Requirement
- Design
- Implementation
- Verification
- Maintenance
Keuntungan
- Rangkaian Kerja Jelas
- Berkomitmen Pada Tujuan Akhir
- Dokumentasi yang Baik
- Hemat Waktu dan Biaya
- Cocok untuk Pembuatan Software Berskala Besar
Kerugian
- Membutuhkan Tim dan Manajemen yang Solid
- Kurang Flexible Bagi Klien
- Waktu Pembuatan Software Lebih Lama
- Tidak Bisa Melihat Gambaran Sistem
- Kenaikan Biaya dan Tanggal Rilis
- Spiral Model
Model Spiral dirancang secara revolusioner dengan tahapan yang jelas, tetapi terbuka bagi partisipasi pemesan untuk ikut serta menentukan pemodelan sistem. Setiap loop mewakili tahap proses rekayasa terbagi menjadi 4 sektor. Model Spiral merupakan perbaikan dari model waterfall dan prototype. Menggabungkan keuntungan waterfall dan prototype dan memasukkan analisis resiko. Model Spiral melibatkan proses iterasi dimana setiap iterasi bekerja pada satu level produk dimulai dari level prototype awal sampai pada level yang diinginkan.
Keuntungan
- Setiap tahapan dpt dilaksanakan berulantg-ulang sampai mendapatkan hasil yang diinginkan
- Setiap perpindahan level didahului analisa resiko
Kerugian
- Metode spiral lambat dan mahal karena setiap tahapan yang dilalui harus mengikutsertakan pemesan
V-Model
Keuntungan
- Adanya pengujian sistem pd setiap tahapan (2V)
- Sangat fleksibel
- Dikembangkan dan dimantenance oleh publik
- User berpartisipasi dlm change board yang memproses semua change request terhadap V model
Kerugian
- Tidak dapat kembali ke proses yang sebelumnya
- Hanya bisa digunakan sekali dalam suatu proyek
- Bersifat fleksibel sehingga mengakbatkan beberapa aktivitas2 digambarkan dlm V model menjadi terlalu abstrak
- Big Bang Model
Langkah-langkah
- Time, efforts,resources
- Big bang
- Software
Keuntungan
- Model yg dibutuhkan sedikit perencanaan di dlm proses pengembangan sistem
- Cocok untuk yg ingin belajar bereksperiment untuk pengembangan sistem
Kerugian
- Tidak cocok untuk proyek pengembangan sistem yg besar
- Model yg membutuhkan banyak program dan banyak dana dlm pengembangan sistem
- RAD (Rapid Application Development)
Langkah-langkah
- Traditional
- Analysis
- High-Level Design
- Detailed Design
- Construction
- Testing
- Implementation
- RAD
- Analysis and Quick Design
- Prototype Cycles
- Testing
- Implementation
Keuntungan
- Memiliki kemampuan untuk mereusable objek yg sudah ada
- Waktu pengerjaan lebih efisien, lebih cepat dan lebih singkat
Kerugian
- Tidak cocok untuk proyek skala besar
- Proyek dpt gagal karena waktu g disepakati tidak dipenuhi
- Sistem yg tidak dpt dimodularisasi tidak cocok untuk model ini
- Memerlukan sumber daya yang cukup besar
- Memerlukan komitmen yg kuat antara pengambangan dan pemesanan
- Agile Method
Langkah-langkah
- Define
- Develop
- Release
- Evaluate
- Keuntungan :
- Metode yg ringan, fleksibel dan cepat dlm pengembangan sistem
- Metode yg cocok dlm lingkungan yg cepat berubah
- Meningkatkan kepuasan klient
- Dpt melakukan review melalui software yg telah dibuat sebelumnya
- Kerugian yg ditimbulkan tidak terlalu besar jika gagal
- Mengurangi resiko kegagalan implementasi dari segi non teknis
Kerugian
- Developer harus sellau siap dgn perubahan karena perubahan akan selalu diterima
- Agile tidak akan berjalan dgn baik jika komitmen tim kurang
- Tidak cocok dalam skala tim besar (>20 orang)
- Perkiraan waktu release dan harga perangkat lunak sulit ditentukan Scrum Method
Langkah-langkah
- Product backlog
- Sprint backlog
- Sprint
- Deliverable
Keuntungan
- Keperluan berubah dgn cepat
- Tim berukuran kecil dpt mengurangi biaya
- Dokumentasi dan pengujian terus menerus dilakukan setelah software dibangun
- Proses scrum mampu menyatakan bahwa produk selesai kapanpun diperlukan
Kerugian
- Developer harus selalu siap dgn perubahan karena perubahan akan selalu diterima
- Lemah dlm perencanaan arsitektur
- CASE (Computer Aided Software Engineering) Tools
Case adalah teknik yang digunakan dalam fase SDLC. Manfaat case tools adalah memperbesar kemungkinan otomatisasi pada setiap fase SDLC dan membantu dalam meningkatkan kualitas design model suatu software sebelum dikembangkan.
Object Oriented Analysis and Design
- OOAD
- OOA
- OOD
FLOWCHART ORDER SHOPEE
Komentar
Posting Komentar